Kabar Baik ! BSG Fasilitasi kredit Bohusami “Ba Kobong’ Untuk Petani

0

Katasulut Minahasa – Pengembangan sektor pertanian Sulawesi Utara mendapat perhatian khusus Bank Sulut – Gorontalo (BSG).

Hal ini dibuktikan managemen BSG dengan melakukan launching kredit Bohusami “Ba Kobong” yang merupakan upaya ‘ Torang pe Bank ” membantu permodalan bagi petani dalam mengolah serta meningkatkan produksi pertanian.

Produk Kredit Bohusami merupakan upaya BSG yang bekerjasama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulutgo Malut sehingga lahirlah
tagline kredit Bohusami yang dibagi dalam berbagai klaster yang terdiri dari beberapa sektor seperti pertanian, peternakan, perdagangan, nelayan maupun pariwisata.

Pada kegiatan launching kredit Bohusami Klaster Petani Serai, berlangsung di perkebunan desa Tountimomor Kecamatan Kakas Kabupaten Minahasa, Kamis (14/10/21).

“Ada berbagai macam Kredit Bohusami. Ada bohusami bakobong (petani), bohusami baternak (peternak), bohusami ba’soma (nelayan), bohusami ba’tibo (sektor perdagangan), bohusami ba’pasriar (pariwisata),” kata Direktur Utama BSG Revino Pepah.

Dijelaskannya, pembiayaan KUR Bohusami pembiayaan dibagi dua bentuk yakni kepada petani maupun kepada opstaker. Dibiayai langsung secara individual. Kurang lebih Rp12 juta per hektar.

“Dalam satu bulan, dilihat program ini cukup baik untuk perbankan karena memiliki produk turunan yang cukup banyak. Mulai dari minyak wangi, sabun dan sampo,” ungkapnya.

Menurutnya, tanaman Serei Wangi sangat prosepektif dikemudian hari. “Kami bersyukur dan di Kabupaten Minahasa ada pihak yang mau mengembangkan tanaman ini dengan baik,” ujarnya.

Revalino Pepah menegaskan, program ini merupakan wujud kemitraam antara BSG dan OJK. “Ini lahir dari pembahasan yang cukup panjang dengan OJK SulutGo Malut sehingga lahirlah kredit Bohusami. BSG jalan bersama OJK menjalin kemitraan,” ungkapnya

Bahkan lanjutnya, pengembangan petani Serai Wangi melalui KUR, merupakan pertama kalinya di Sulut.

“Diharapkan berkembang sehingga bisa mendorong produktivitas petani yang pada gilirannya meningkatkan pertumbuhan ekonomi di daerah baik di Minahasa maupun Provinsi Sulawesi Utara,” ujarnya

Pepah berharap, hadirnya produk tersebut diharapkan dapat menciptakan ekosistem bisnis pertanian dan peternakan dengan skema kredit murah, aman dan proses cepat.

“Kami optimis, sektor ini akan makin bertumbuh dan kuat dalam menopang struktur perekonomian di Sulut dan Gorontalo. Serta kontributor yang penting dalam mensejahterakan masyarakat terutama melepaskan diri dari rentenir,” tandas Pepah.

Kepala OJK Sulutgomalut Darwisman yang hadir pada kegiatan launching tersebut ikut mengapresiasi terobosan BSG yang meluncurkan produk prekreditan khusus untuk petani dan peternak dengan skema kredit yang murah, aman, serta proses cepat.

“Program ini merupakan bukti nyata kontribusi BSG dalam mendukung kemajuan pembangunan ekonomi Sulut,” kata Darwisman.

Menurut Darwisman, akses keuangan merupakan hak dasar bagi seluruh masyarakat. Serta memiliki peran penting dalam meningkatkan taraf hidup dalam mewujudkan kemandirian ekonomi.

“Oleh sebab itu, perluasan akses keuangan telah menjadi prioritas pemerintah dalam mendukung pembangunan,” sebut Darwisman.

Atas dasar itu, lanjutnya, Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) telah menginisiasi berbagai program, salah satunya kredit pembiayaan melawan rentenir yang merupakan program utama TPAKD.

“Karena secara langsung bersentuhan dengan penjngkatan kesejahteraan masyarakat khususnya petani, peternak dan UMKM,” beber dia.

Disisi lain Bupati Minahasa Royke Octavian Roring optimis program ini membantu petani di Minahasa. Pengembangan tanaman sereh yang nantinya akan menjadi andalan ekspor Kabupaten Minahasa.

“Dengan harapan, dikembangkannya tanaman ini akan memberi dampak kepada petani sekitar dan petani Minahasa untuk bisa diajak bersama-sama mengembangkan tanaman ini menjadi salah satu tanaman ekspor,” tuturnya.

Ikut hadir dalam Launching Kredit Bohusami Ba’kobong, Ketua Dewan Komisioner OJK RI: Wimboh Santoso, Wakil Bupati Minahasa: Robby Dondokambey, Forkopimda Sulut dan Minahasa, Deputi Komisioner Hubungan Masyarakat dan Logistik OJK RI: Anto Prabowo, Deputi Komisioner SDA dan Manajemen Strategis OJK RI: Sarwono, Kepala Regional VI Sulam Pua OJK: Nurdin Subandi, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulut Arbonas Hutabarat, Komisaris dan direksi BSG, Kepala Satgas UMKM OJK Ahmad Buchori, Kepala Dinas Pertanian Pemprov Sulut Novly Wowiling, Pejabat eselon dua, Pemprov Sulut dan Pemkab Minahasa. (tem/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here