Pembangunan Jembatan Gantung Dimulai, JVM Sukses Perjuangkan Aspirasi Warga Kairagi Weru

0

Katasulut Manado – Proyek pembangunan jembatan gantung yang menghubungkan jalan utama dengan pemukiman penduduk di Kelurahan Kairagi Weru Manado, Jumat 26/12/21) siang tadi dikunjungi wakil ketua DPRD Sulut Johanis Victor Mailangkay, SH, MH (JVM).

Kedatangan politisi Partai NasDem di lokasi tersebut tersebut guna memastikan progres pekerjaan berjalan dengan baik sekaligus merupakan bagian dari tugas dan kewenangan sebagai wakil rakyat, khususnya dalam hal pengawasan.

” Saya meninjau lokasi jembatan yang dulunya hanya jembatan gantung terbuat dari bambu, kayu pohon kelapa, dan dibantu ditahan oleh kawat besi dinilai berbahaya sebagai sarana yang menjadi akses masyarakat Kairagi Weru Linkungan 5, Pembangunan ini bersumber dari APBN senilai Rp. 2.800.200.000,00, ” tandas politisi NasDem ini.

Selain itu menurutnya,
pembangunan jembatan tersebut adalah salah satu aspirasi yang disampaikan masyarakat setempat saat dirinya melaksanakan reses I tahun 2020 di lingkungan 5 Kelurahan Kairagi Weru, Kota Manado.

” Dalam hal ini saya mengecek sejauh mana pekerjaan yang dilakukan, dan ada pengeluhan dari kontraktor terkait kendala dalam bekerja karena ada tanah yang belum diadakan pembebasan dan pihak Keluarga merasa keberatan.
Saya akan mendalami dan akan menghubungi pihak-pihak terkait dengan hal ini. Dalam pengerjaan yang sudah dilakukan kurang lebih 1 bulan dan diperkirakan akan selesai pada awal tahun 2022 sekitar bulan Januari – Februari. ” jelas Mailangkay.

Adanya pembangunan jembatan penghubung tersebut disambut gembira warga setempat.

Alisye Barahama salah satu warga lingkungan 5 Kairagi Weru, yang kesehariannya menggunakan jembatan ini ketika diwawancarai mengakui sangat senang.

“Sangat senang, karena selama ini baru sekarang merdeka sudah 30 tahun tinggal di Lingkungan 5 Kairagi Weru ini,” kata Alisye.

Menurutnya, memang ada akses lain tapi harus menempuh jarak 3 kilometer untuk mendapatkan angkutan kota (angkot), tapi kalau ada jembatan tersebut hanya dekat sudah ada angkot.

Apalagi baginya, jalan tersebut harus melewati markas TNI Angkatan Laut jadi tidak bebas.

“Baru sekarang setelah melihat pembangunan sudah bisa tarik nafas panjang,” ungkapnya.

Dikatakannya, jembatan darurat yang ada sebelumnya adalah swadaya masyarakat, sudah berapa kali dibuat dan dipindahkan, apalagi kalau setiap hari naik jembatan hanyut.

“Terima kasih banyak kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dan Kota Manado. Gubernur Sulut Olly Dondokambey dan wakil rakyat Sulut yang telah memperjuangkan aspirasi kami, ” ucap Alisye. (tem/*)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here