MANADO – Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, secara resmi membuka Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Sulawesi Utara yang berlangsung Ball Room Hotel GKIC Manado Sabtu (11/4/26).
Dalam pidato politiknya, Bahlil tidak hanya menekankan pentingnya regenerasi kepemimpinan, tetapi juga membawa pesan emosional mengenai kedekatan historis dan kultural antara Sulawesi Utara dan kampung halamannya, Papua.

“Banyak Gubernur dan Bupati di Papua itu kadang-kadang lebih tahu Manado daripada daerahnya sendiri karena mereka sekolah di sini. Bahkan lidah orang Papua itu dipoles oleh bumbu dan racikan masakan Sulawesi Utara, terutama Bubur Manadonya,” ujar Bahlil yang disambut tepuk tangan riuh para kader.
Disisi lain sebagai pimpinan tertinggi partai berlambang pohon beringin, Bahlil menegaskan bahwa Musda jangan hanya dipandang sebagai seremoni atau forum pemilihan ketua semata. Ia menginstruksikan tiga poin penting yaitu
evaluasi laporan pertanggungjawaban pengurus periode sebelumnya secara objektif, menetapkan program kerja strategis dan rekomendasi politik yang relevan dengan kebutuhan daerah, serta memilih Ketua DPD I yang mampu melanjutkan estafet perjuangan partai.
“Pemilihan ketua hanyalah satu bagian dari proses panjang. Kita tidak bisa merumuskan kebijakan politik masa depan tanpa melakukan evaluasi yang jujur terhadap apa yang sudah dilakukan,” tegasnya.
Secara khusus, Bahlil memberikan apresiasi tinggi kepada Christiany Eugenia Paruntu (CEP) dan seluruh jajaran pengurus DPD I Sulawesi Utara periode 2019-2025 atas capaian pada Pemilu 2024. Golkar berhasil mengamankan peringkat kedua di Sulawesi Utara, sebuah prestasi yang menurut Bahlil adalah hasil kerja kolektif.
“Apresiasi dan penghargaan dari DPP untuk seluruh pengurus DPD I, DPD II, hingga kader di tingkat desa dan kecamatan. Kalian adalah pahlawan yang menegakkan marwah Partai Golkar di Sulawesi Utara. Tidak ada keberhasilan yang dimiliki satu orang; ini adalah kerja tim,” ungkap Bahlil.
Di akhir sambutannya, Bahlil mengajak para kader yang sempat “hijrah” ke partai lain untuk kembali pulang ke rumah besar Partai Golkar.
Ia menginstruksikan kepada ketua terpilih agar bersikap terbuka dan mengayomi bagi siapa saja yang ingin kembali berjuang bersama Golkar.
“Kalau ada kader yang sempat pindah dan merasa tidak nyaman di sana, saya minta pengurus terpilih buka pintu selebar-lebarnya. Mari kita ayomi kembali untuk kejayaan partai,” pungkasnya.
Musda Golkar Sulut ini juga diharapkan menjadi momentum kebangkitan kembali kekuatan “Pohon Beringin” di Bumi Nyiur Melambai menuju kontestasi politik mendatang. (tem)
