SULAWESI UTARA – Dalam upaya mengakselerasi program swasembada beras di Sulawesi Utara, anggota Tim Khusus (Timsus) Gubernur Sulawesi Utara Ir. Julius Jems Tuuk, Rabu (3/3/26) melakukan kunjungan strategis ke Balai Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Utara. Kunjungan ini bertujuan untuk mensinkronkan data lapangan terkait kendala infrastruktur pertanian, khusunya jaringan irigasi.

“Kami melakukan manuver ini untuk membantu Bapak Gubernur Yulius Selvanus mendapatkan data riil di lapangan. Secara jujur, kami menemui kendala jika hanya melalui dinas terkait. Oleh karena itu, kami berkoordinasi dengan BRMP yang mengendalikan seluruh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL),” ujar Jems Tuuk.
Timsus menargetkan identifikasi lahan sawah yang saat ini hanya mampu panen satu kali setahun agar bisa ditingkatkan menjadi indeks pertanaman yang lebih tinggi (dua tahun lima kali panen). Data tersebut nantinya akan dikomunikasikan langsung kepada Gubernur, Kementerian PU, dan Kementerian Pertanian.

“Pekerjaan ini bukan untuk mengambil alih tugas Dinas atau Balai, melainkan membantu mengkomunikasikan kebutuhan daerah ke Kementerian terkait agar intervensi tepat sasaran,” tegas Tuuk.
Sementara itu Kepala BRMP Sulut, Dr. Steivie Karouw, STP, M.Sc menyambut baik inisiatif tersebut. Ia menjelaskan bahwa sesuai arahan Menteri Pertanian, Balai yang dipimpinnya kini bertransformasi menjadi Balai Besar Modernisasi Pertanian. BRMP kini memegang peran sentral dalam koordinasi penyuluh dan kegiatan direktorat teknis yang sebelumnya tersebar di tingkat Kabupaten/Kota.
Terkait permintaan Timsus Gubernur, Steivie langsung menginstruksikan jajarannya untuk bergerak cepat. “Saya sudah menugaskan tim penyuluh melalui koordinator provinsi yang membawahi 830 petugas di bawah satu komando kami. Mereka akan segera memverifikasi data jaringan irigasi dan optimalisasi lahan (Oplah) yang diminta,” ungkap Steivie.
Steivie menambahkan bahwa swasembada pangan harus memiliki jaminan keberlanjutan yang didukung oleh Direktorat Irigasi Pertanian serta Direktorat Sarana dan Prasarana Pertanian.
“Kami dipantau setiap hari oleh pusat untuk bekerja nyata. Data yang dikumpulkan PPL akan menjadi dasar penting bagi program Kementerian Pertanian yang disinergikan dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara,” pungkasnya. (tem)
