SULUT – Komitmen Gubernur Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus SE mengembalikan kawasan industri PT. Kimong menjadi lahan persawahan mendapat dukungan tim pakar YSK VICTORY.
Ketua tim pakar Drs Ferdinand Mewengkang mengatakan apa yang disampaikan Gubernur merupakan implementasi dari program ketahanan pangan serta menjadikan Sulawesi Utara menjadi daerah Swasembada beras
” Untuk mendukung program tersebut adalah dengan ketersediaan lahan pertanian khususnya sawah, sementara di lokasi Kimong ada irigasi untuk pengairan sawah tetapi malah dialih fungsi menjadi tanaman sawit.” ungkap Mewengkang kepada awak media baru – baru ini.
” Waktu menjabat ketua komisi I DPRD Sulut saya sudah pergi ke lokasi tersebut dan ternyata sampai saat ini masih berkelanjutan, ” ungkap Mewengkang.
Dirinya berharap lahan yang dikuasai PT. Kimong tersebut dikembalikan sesuai fungsi awal yaitu lahan basah untuk persawahan, sehingga dengan ketersediaan lahan yang cukup program pemerintah daerah menuju menuju swasembada pangan dapat berjalan sesuai harapan.
Disisi lain anggota tim pakar YSK – VICTORY Ir. Julius Jems Tuuk menyoroti tindakan PT. Kimong yang dianggap telah melakukan tindakan pengrusakan aset negara.
“Ada pengrusakan aset negara dalam hal ini irigasi teknis di lahan 354 hektar dan ini pelanggaran, disamping terjadi pengrusakan areal tersebut dirubah bentuk dari lahan basah menjadi lahan kering, ” tandas mantan anggota DPRD Sulut dua periode ini.
“Kita di Sulawesi Utara masih kekurangan 180 ribu ton beras, tiba – tiba 2500 ton dari hasil tanaman padi di Bolangat Bolmong itu dialih fungsikan, maka kebijakan pemerintah hari ini dimana areal tersebut dikembalikan fungsi sebagai lahan basah, ” tandas JT sapaan akrabnya. (tem)
