JAKARTA – Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus menghadiri rapat koordinasi percepatan program Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan di Jakarta, (31/3/26)
Pertemuan strategis ini turut dihadiri oleh Menteri Lingkungan Hidup, Wakil Menteri Sekretariat Negara, Wakil Menteri Dalam Negeri, serta sejumlah Kepala Daerah penerima alokasi program PSEL di Indonesia.
Dalam pemaparannya, Gubernur Yulius Selvanus menegaskan komitmen penuh Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dalam menyukseskan proyek strategis nasional ini. Gubernur Yulius mengungkapkan bahwa Pemprov Sulut telah mengambil langkah konkret dengan menyediakan lahan seluas 10 hektar yang berlokasi di Ilo-Ilo, Kecamatan Wori.
“Kami telah menyiapkan lahan 10 hektar di Ilo-Ilo Wori sebagai pusat pengolahan. Selain itu, koordinasi intensif telah dilakukan dengan lima Kabupaten/Kota penyangga untuk memastikan suplai sampah yang stabil guna memenuhi kebutuhan operasional PSEL,” ujar Yulius.
Langkah koordinasi dengan lima wilayah tersebut bertujuan untuk mengintegrasikan sistem manajemen limbah di Sulawesi Utara, sehingga volume sampah yang dibutuhkan untuk dikonversi menjadi energi listrik dapat terpenuhi secara berkelanjutan.
Sementara itu Menko Zulkifli Hasan Pangan dalam arahannya menekankan bahwa proyek PSEL bukan sekadar solusi masalah lingkungan, melainkan juga bagian dari ketahanan energi dan kebersihan wilayah. Menko memberikan instruksi tegas terkait lini masa pengerjaan proyek ini.
Pemerintah pusat menetapkan target bahwa operasionalisasi PSEL harus sudah berjalan pada akhir tahun 2027. Target ini menuntut kerja cepat dan sinergi antara Kementerian terkait dengan pemerintah daerah dalam hal perizinan, konstruksi, hingga integrasi jaringan listrik.
Dengan kesiapan lahan dan dukungan regulasi dari pusat, Sulawesi Utara optimistis dapat menjadi salah satu pelopor transformasi sampah menjadi sumber energi terbarukan di Indonesia Timur.(*/tem)
