BSG Kawal Perayaan Idul Fitri 1447 H, Siapkan Dana Tunai Rp 1 Triliun di Seluruh Jaringan ATM

MANADO – PT Bank Sulut Gorontalo (BSG) memastikan kesiapan layanan perbankan dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Bank pembangunan daerah tersebut bahkan mengalokasikan dana tunai sebesar Rp 1 triliun guna mengantisipasi lonjakan kebutuhan transaksi masyarakat selama periode libur panjang.

Direktur Utama BSG, Revino Pepah menjelaskan bahwa hal ini sebagai langkah strategis untuk menjamin kenyamanan nasabah baik di wilayah Sulawesi Utara dan Gorontalo, maupun kantor cabang di luar daerah seperti Jakarta, Surabaya, dan Malang.

“Dana tunai ini kami alokasikan untuk pengisian mesin ATM secara berkala serta memenuhi kebutuhan transaksi di kantor cabang sebelum periode libur dimulai. Kami berkomitmen agar nasabah tetap dapat merayakan hari raya dengan nyaman melalui ketersediaan dana yang optimal,” ujar Revino Pepah melalui pesan What’s App Senin (16/3/2026).

Sementara itu dalam rangka menindaklanjuti keputusan bersama Pemerintah mengenai Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Idul Fitri 1447 H, manajemen BSG menetapkan jadwal operasional sebagai berikut:

Penutupan Layanan: Seluruh kantor cabang BSG tidak melayani operasional mulai tanggal 18 hingga 24 Maret 2026.

Weekend Banking: Layanan perbankan akhir pekan ditiadakan selama periode tersebut.

Operasional Normal: Seluruh kantor cabang akan dibuka kembali pada Rabu, 25 Maret 2026.

Namun demikian meski secara fisik kantor tutup sementara, nasabah tetap dapat melakukan transaksi melalui ekosistem digital BSG.

Manajemen mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan fitur BSG Touch (Mobile Banking), BSGqris, dan BSG Direct dimana layanan ini mencakup transfer antarbank, pembelian pulsa/data, pembayaran tagihan rutin (listrik, air, pajak), hingga pengisian saldo dompet digital (top-up e-wallet).

Disisi lain Dirut Revino mengingatkan nasabah untuk tetap waspada terhadap potensi tindak kejahatan perbankan.

“Nasabah agar tetap menjaga kerahasiaan data pribadi, terutama nomor PIN dan kode OTP (One-Time Password), serta tidak menanggapi permintaan data dari pihak yang mengatasnamakan bank.” tutup Pepah. (tem)