BOLSEL– Senyum bahagia dan haru terpancar dari wajah ratusan warga penyintas erupsi Gunung Ruang, Kabupaten Kepulauan Siau, Tagulandang, dan Biaro (SITARO). Setelah berbulan-bulan hidup dalam ketidakpastian di pengungsian, hari ini mereka resmi memulai lembaran hidup baru di Hunian Tetap (HUNTAP) yang berlokasi di Desa Modisi, Kecamatan Pinolosian Timur, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel).

Keberhasilan relokasi ini merupakan buah dari “Gerak Cepat” Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara di bawah kepemimpinan Gubernur Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE.
Proses perpindahan warga dimulai sejak dua hari lalu. Para penyintas bertolak dari tempat pengungsian di Kota Bitung menggunakan jalur laut, bersandar di Pelabuhan Torosik, dan melanjutkan perjalanan darat menuju Desa Modisi.
Diketahui HUNTAP ini berdiri di atas lahan milik Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara seluas ± 10,6 hektar. Gubernur Yulius Selvanus mengambil langkah konkret dengan menghibahkan tanah tersebut untuk kemudian diterbitkan Sertipikat Hak Milik (SHM) bagi masyarakat terdampak, guna menjamin kepastian hukum dan ketenangan warga. Pembangunan HUNTAP ini bukan sekadar penyediaan rumah, melainkan pembangunan sebuah kawasan permukiman terpadu.
Kepala Dinas Perkimtan Sulut, Ir. Alexander I. Wattimena, ST, M.Si, menjelaskan bahwa proyek ini adalah hasil kolaborasi intensif dengan Kementerian Pekerjaan Umum serta Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman RI yang dilengkapi fasilitas pendukung seperti
sarana Ibadah dan pendidikan, 5 unit Gereja dan gedung sekolah (PAUD, SD, SMP).
Tak hanya itu lokasi tersebut juga dilengkapi fasilitas kesehatan & sosial seperti Puskesmas Pembantu, balai pertemuan warga, fasilitas lapangan bola (Mini Soccer) maupun
tambatan perahu bagi nelayan, tempat pengelolaan sampah (TPS3R), serta sistem Pengelolaan Air Minum tersertifikasi yang airnya dapat diminum langsung.
Kepada wartawan Kadis Perkimtan Alex Wattimena menekankan bahwa Gubernur mengawal langsung proses ini dari awal hingga tuntas untuk memastikan kualitas hunian yang layak dan nyaman.
“Sebagai orang percaya, di balik setiap bencana pasti ada rencana Tuhan yang baik. Tempat baru ini bukanlah tempat buangan, melainkan tempat untuk merenda masa depan yang cerah. Kami menghimbau masyarakat agar merawat dan menjaga fasilitas yang telah diberikan pemerintah ini dengan baik,” ujar Alex Wattimena.
Dengan diresmikannya hunian ini, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara telah membuktikan komitmennya dalam perlindungan sosial dan pemulihan pascabencana secara menyeluruh dan berkelanjutan. (tem)
