Demo Mahasiswa “Sulawesi Utara Menggugat” Datangi Gedung DPRD Sulut

MANADO – Aksi unjuk rasa mahasiswa yang menamakan diri ” Sulawesi Utara Menggugat” Senin 1 September mendatangi Gedung DPRD Sulut .

Aksi ini merupakan respons terhadap gelombang protes yang telah melanda Jakarta dan berbagai daerah lain dalam beberapa hari terakhir.

Sebagai langkah antisipatif, seluruh institusi pendidikan di Manado, mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi, serentak mengalihkan kegiatan belajar mengajar menjadi daring.

Keputusan ini diambil demi menjaga keamanan pelajar dan mahasiswa dari potensi kericuhan.

Rencana demonstrasi yang melibatkan beragam elemen masyarakat, mulai dari pengemudi ojek online hingga mahasiswa dan buruh, akan dimulai pukul 11.00 WITA.

Massa akan berkumpul di Taman Makam Pahlawan sebelum bergerak menuju DPRD Provinsi Sulawesi Utara.

Pihak universitas juga mengambil langkah tegas.

Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) dan Universitas Trinita secara resmi mengeluarkan surat edaran yang menyatakan perkuliahan daring dan meliburkan kegiatan akademik hingga 2 September 2025.

Langkah ini diambil untuk menjaga kondusifitas kampus dan mencegah eskalasi yang tidak diinginkan.

Aksi “Sulawesi Utara Menggugat” sendiri memiliki sejumlah tuntutan utama:

Evaluasi dan reformasi rezim Prabowo-Gibran.

Reformasi menyeluruh DPR.

Transformasi partai politik dan revisi UU Pemilu.

Tolak militerisasi ruang sipil.

Tolak proyek penulisan ulang sejarah Indonesia.

Copot Kapolri dan Reformasi Polri.

Sahkan RUU Masyarakat Adat, perempuan, aset, PPRT, dan revisi UU Ketenagakerjaan tanpa skema omnibus law.

Tolak perampasan lahan Kalseu Dua, Reklamasi Manado Utara, dan penggusuran Pondol Keraton.

Tolak revisi RKUHP tentang partisipasi bermakna.

Naikkan upah minimum 2026 sebesar 8.5%-10.5%.

Cabut PP 35/2021 tentang outsourcing dan kontrak kerja.

Bentuk Satgas PHK.

Kini, seluruh pelajar dan mahasiswa di Manado terpaksa melanjutkan pendidikan mereka dari rumah, sementara para demonstran bersiap turun ke jalan untuk meluapkan amarah mereka di tengah ketegangan yang menyelimuti ibu kota Sulawesi Utara ini.(*)