Dishub Sulut Tak Berdaya, Dua Traffic Light Vital Ring Road dan Jalan Soekarno Padam Berbulan-bulan karena ‘Kantong Kering’

MANADO — Terhentinya fungsi Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL) dengan kondisi mati total di dua persimpangan vital jalan provinsi yakni kawasan Ring Road menuju Transmart Manado serta Jalan Soekarno (depan Kantor DPD PDIP Sulut) ditanggapi pihak Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Sulawesi Utara.

Terungkap hingga saat ini, penanganan teknis belum dapat dilakukan akibat tidak tersedianya anggaran pada program kegiatan pemeliharaan tahun anggaran 2026.

Hal tersebut diungkapkan  Kepala Dinas Perhubungan Sulut Femmy Suluh melalui Sekretaris Dinas Stenly Patimbano. Menurutnya, kendala utama yang membuat instansinya belum bisa memperbaiki fasilitas keselamatan jalan tersebut murni karena keterbatasan alokasi dana pemeliharaan tahun berjalan.

“Tahun ini (2026) kami tidak punya anggaran untuk pemeliharaan, namun untuk tahun anggaran 2027 sudah kami usulkan,” tegas Stenly Patimbano Kamis (5/11/2026).

Stenly menjelaskan, kondisi kedua traffic light tersebut memiliki masalah yang berbeda. Untuk traffic light di persimpangan Ring Road menuju Jalan Soekarno, kerusakan disebabkan oleh insiden lalu lintas yang merusak perangkat fisik dan mekanis alat tersebut.

Sementara untuk traffic light yang berada di Jalan Soekarno  secara teknis perangkat masih berfungsi dengan baik. Namun, pengoperasiannya terhenti akibat tidak adanya alokasi anggaran untuk pengisian token listrik.

Namun demikian kata Stenly, meski anggaran pemeliharaan di APBD Sulut 2026 kosong, Dishub Sulut berupaya mengambil langkah alternatif. Pihaknya berencana meminta bantuan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) agar dapat dibantu penanganannya secara darurat.

Sebelumnya, kondisi padamnya dua titik lampu lalu lintas di jalur utama provinsi tersebut menuai sorotan dan keprihatinan mendalam dari warga pengguna jalan. Pembiaran titik persimpangan krusial tanpa pengawasan dan perbaikan berkala dianggap sebagai bentuk pengabaian terhadap keselamatan publik.

Salah seorang pengguna jalan, Carlo, menyuarakan kekesalannya atas lambatnya penanganan di lapangan yang berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas.

“Lampu mati total sudah berbulan-bulan. Pengendara dari arah barat dan timur tidak ada yang mau mengalah. Sangat membahayakan, apalagi saat malam hari karena kurang penerangan,” kata Carlo dengan nada gusar.

Ketiadaan fungsi APILL di dua kawasan padat kendaraan tersebut dinilai meningkatkan risiko bahaya yang berakibat fatal, baik bagi pengemudi kendaraan bermotor maupun pejalan kaki yang melintas. Pengendara berharap koordinasi lintas instansi maupun usulan anggaran mendatang dapat terealisasi secepatnya demi mencegah jatuhnya korban jiwa. (tem)