MINUT – Kegiatan reses wakil ketua komisi III DPRD Sulut Nick Adicipta Lomban SE berlangsung di Desa Paniki Baru Kecamatan Talawaan Kabupaten Minahasa Utara Kamis, (4/8/25)
Legislator Dapil Bitung Minut ini disambut antusias pemerintah dan masyarakat yang hadir dalam kegiatan tersebut
Sejumlah persoalan yang menjadi aspirasi disampakan langsung untuk mendapatkan perhatian pemerintah daerah.
” Ini kali ketiga saya datang menemui bapak ibu sekalian, pada periode kemarin saya sebagai anggota komisi II. Saat ini saya dipercayakan sebagai wakil ketua komisi III yang membidangi infrastruktur, ” ucap politisi NasDem ini membuka sesi dialog.
Dalam aspirasinya sejumlah persoalan disampaikan warga untuk mendapat perhatian Pemerintah
Tokoh masyarakat Ferdinand Bawengan menyoroti masalah tapal batas wilayah Paniki Baru dengan Manado serta kondisi drainase dan alur sungai yang belum tertangani. Ia juga menyinggung soal kompleks perumahan yang hingga kini belum sepenuhnya diserahkan developer kepada Pemkab Minut.
Perwakilan pemuda, Chris Mamusung menyampaikan aspirasi mengenai pengadaan lampu jalan serta dukungan untuk wadah Karang Taruna dalam menampung kreativitas generasi muda.
Sementara itu, warga Olvi Polii mengusulkan adanya bantuan untuk kelompok UMKM, khususnya akses modal dan sarana usaha.
Menanggapi aspirasi aspirasi warga, Nick menegaskan komitmennya akan menindak lanjuti setiap persoalan sesuai mekanisme dan kewenangan yang ada. Sementara terkait persolan drainase akan ditindak lanjuti bersama Balai Wilayah Sungai serta Dinas Perkim yang punya kewenangan dalam membangun infrastruktur tersebut.
Soal perumahan yang belum diserahkan ke pemerintah daerah, saya akan menjembatani lewat rapat dengar pendapat lintas komisi. Untuk lampu jalan, tahun 2025 memang hanya dianggarkan sekitar 1.000 km untuk seluruh Sulut, tapi saya akan mendorong agar alokasi anggarannya ditambah,” jelas Legislator Dapil Minut-Bitung.
Disisi lain menanggapi persolan tapal batas antara Desa Paniki Baru dan Kota Manado akan dikomunikasikan dengan pemerintah kota dan Minahasa Utara.
” Kalau perlu kita agendakan RDP lintas komisi mengundang pemerintah kota Manado dan Minahasa Utara untuk mencari solusi bersama ” kata Nick.
Disamping itu putra mantan walikota Bitung ini juga menekankan pentingnya dukungan untuk kepemudaan dan kebudayaan.
“Karang taruna adalah wadah penting bagi pemuda. Terkait kolintang, Pemprov Sulut telah menyiapkan 100 unit, dan saya pastikan Desa Paniki Baru mendapat bagian. Jika belum, saya sendiri akan mengawal sampai ada realisasi,” tegasnya.
Tak hanya menjanjikan perjuangan melalui lembaga DPRD, Nick juga memberikan bukti nyata kepeduliannya. Ia menyatakan siap membantu pembangunan kantor Desa Paniki Baru secara pribadi.
“Paling lambat bulan ini saya akan serahkan bantuan untuk kantor desa. Semoga bisa memperkuat pelayanan bagi masyarakat,” ungkapnya disambut tepuk tangan warga.
Untuk aspirasi UMKM, Nick mendorong agar kelompok usaha segera menyiapkan proposal. “Nanti saya bantu kawal masuk ke dinas terkait agar bisa mendapatkan bantuan,” tambahnya.
Reses ditutup dengan ucapan terima kasih dari Hukum Tua Desa Paniki Baru, Sandra Mokalu, yang mewakili masyarakat. Ia menilai konsistensi Nick Lomban dalam mendengar dan memperjuangkan aspirasi warga adalah bukti nyata wakil rakyat yang peduli.
“Terima kasih Pak Nick Lomban. Kami percaya aspirasi kami tidak hanya didengar, tapi juga diperjuangkan. Kehadiran Pak Dewan membuat kami merasa diperhatikan,” ujar Sandra.
Kegiatan reses kali ini meninggalkan kesan mendalam bagi warga Paniki Baru. masyarakat merasa mendapatkan perhatian karena aspirasi didengar langsung oleh wakil rakyat yang dikenal dekat dengan masyarakat. (tem)
