SULUT – Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) cabang Manado bekerjasama dengan Bank Indonesia Perwakilan Manado Kamis (14/8/25) menggelar seminar membahas strategi pertumbuhan Ekonomi di Sulawesi Utara.

Kegiatan yang mengusung tema Soemitronomic : Mewujudkan Ekonomi Indonesia Yang Tangguh dan Inklusif di Sulut menghadirkan sejumlah pakar ekonomi diantaranya penasihat Presiden bidang Perekonomian yang juga ketua Dewan Penasehat PP ISEI sekaligus mantan Gubernur Bank Indonesia periode 2003 -2008 Burhanudin Abdullah, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Manado Joko Supratikto, Ketua Sumitro Economic Forum Haryadin Maardika, Ketua ISEI Cabang Manado Joy Tulung Phd, Prof DR Paulus Kindngen, Prof DR Joice Lapian dan Prof DR Nicolas Suryaningrat.
Sebelumnya dalam sambutan membuka kegiatan, ketua panitia pelaksana DR Yudi Dien memberi apresiasi atas dukung semua pihak sehingga kegiatan seminar berlangsung dengan baik.
“Terima kasih atas dukungannya bapak Joko Supratikto sebagai kepala Perwakilan Bank Indonesia Manado bahkan fasilitas dan segalanya boleh disiapkan, dan buktinya kita bisa melaksanakan seminar di tempat yang bagus ini
Lanjut Dien, kegiatan Seminar ISEI Cabang Manado bertujuan bagimna membangun Indonesia yang tangguh dan inklusif di provinsi Sulawesi Utara.
“Kegiatan ini diharapkan akan mendapatkan pencerahan pencerahan bagaimana. situasi ekonomi di negara kita,
secara khusus menyampaikan terima kasih kehadiran ketua dewan pembina ISEI Bapak Burhanudin Abdulah sebagai cannot speaker meski ditengah kesibukan dapat menyempatkan dirinhadir dalam kegiatan ini.” ucap mantan tenaga ahli komisi IX DPR RI ini
Sementara dalam paparannya, Kepada Perwakilan Bank Indonesia Manado Joko Supratikto mengungkap sejumlah faktor yang mendorong pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Utara.
Menurutnya, perkembangan ekonomi di Sulawesi Utara didorong 4 sektor yakni industri pengolahan, sektor pertanian, transportasi dengan adanya rute penerbangan baru serta sektor perdagangan yang ditopang peningkatan kredit konsumtif dengan pertumbuhan sekitar 7,6 persen.
Supratikto juga berharap penyaluran kredit ke lapangan usaha utama PDRB seperti sektor Pertanian dapat ditingkatkan dengan didukung legelolahan resiko yang memadai.
Selain itu posisi strategis Sulawesi Utara yang sentral sejalan dengan fokus utama sebagai gerbang perdagangan Asia Timur dan Pasifik juga menjadi gerbang pusat pengolahan dan Destinasi Pariwisata
“Dalam triwulan kedua perkembangan ekonomi Sulawesi Utara berdasarkan data BPS secara historis mencatatkan pertumbuhan yang sangat baik serta cenderung lebih tinggi dibandingkan Nasional,
Triwulan kedua 2025 Sulawesi Utara mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,64 persen (yoy) disaat perekonomian nasional tumbuh hanya 5,12 persen, ” jelasnya.
“Hal ini menunjukan komitmen yang kuat dari Gubernur serta bupati/walikota di wilayah Sukawesi Utara namun pencapaian ini tidak boleh kita terlena termasuk ISEI, ” harapnya.
Sementara Burhanudin Abdulah dalam seminar tersebut menyebut “Sumitronomics” yang dikembangkan Sumitro Djojohadikusumo merupakan satu pola kebijakan yng didasari pada pemahaman teori yang cukup dalam pada saat menjabat sejumlah posisi penting di bidang ekonomi.
” Beliau banyak meninggalkan legacy terhadap perekonomian Indonesia, dan kalau kita kaitkan dengan pemerintahan yang ada sekarang ternyata ada juga unsur hereditary dari ayah kepada anaknya bahkan dari kakeknya pak Margono yang sangat bersemangat menghidupkan koperasi di Indonesia dan Presiden sekarang juga sangat bersemangat menghidupkan koperasi dengan pembentukan 80 ribu koperasi.” terang Burhanudin Abdulah.
Disisi lain dirinya melihat perkembangan perekonomian Sulawesi Utara dengan potensi yang sangat besar kedepan dengan pertumbuhan diatas rata – rata nasional.
” Ini jarang terjadi, untuk itu upaya untuk membuat perekonomian Sukawesi Utara inklusif, berdaya saing, sangat produktif, itu akan meningkatkan lagi pertumbuhan yang diinginkan, dan ini adalah sesuatu yang mudah bagi Sulawesi Utara apabila dilakukan dengan cara – cara lebih efisien, ” pungkasnya.
Sementara itu Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE dalam sambutan yang dibacakan Asisten Perekonomian Reza Dotulung menyambut baik serta memberikan apresiasi pelaksanaan seminar yang digagas ISEI cabang Manado.
” Kegiatan ini sangat penting dan bermanfaat bagi kita semua untuk membangun secara konstruktif bagi bangsa dan daerah” ucapnya
Lanjut Gubernur, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara telah mensinergikan perencanaan pembangunan dengan menetapkan visi menuju Sulawesi Utara Maju Sejahtera dan Berkelanjutan tahun 2025-2029.
Tak lupa Gubernur juga mengajak ISEI untuk terus berkolaborasi bersama pemerintah Provinsi Sulawesi Utara membangun perekonomian daerah untuk kesejahteraan masyarakat.
” Kegiatan ini kiranya dapat memacu kita bekerjasama, kolaborasi dalam membangun daerah untuk kemajuan Sulawesi Utara dengan mewujudkan ekonomi Sulawesi Utara yang tangguh dan inklusif.”tutup Gubernur. (tem)
