Komitmen Gubernur Yulius Selvanus Beri Perhatian Khusus Bagi Pendidikan Anak – Anak Autis di Sulut

SULAWESI UTARA – Gubernur Yulius Selvanus menunjukan kepeduliannya terhadap pendidikan berkualitas bagi anak – anak autis maupun berkebutuhan khusus di Sulawesi Utara.

Hal ini dibuktikan pemerintah Provinsi melalui Dinas Pendidikan Daerah (Dikda) dengan menyediakan fasilitas Pusat Layanan Autis (PLA) yang berlokasi Jalan Babe Palar (Rike) Kota Manado.

Kadis Dikda Sulut Dr Femmy Suluh, MSi

Diketahui Pusat Layanan Autis ini berfungsi sebagai layanan terpadu guna pengembangan potensi serta mempersiapkan anak – anak autis agar dapat hidup mandiri serta bisa berpartisipasi dalam kehidupan sosial masyarakat.

” Bapak Gubernur sangat besar perhatiannya bagi sektor pendidikan Sulawesi Utara dengan menyiapkan fasilitas pendidikan anak- anak autis yang berlokasi di kota Manado lengkap dengan berbagai fasilitas seperti tenaga Dokter untuk tumbuh kembang anak, psikolog, termasuk juga tenaga terapis disana, ” ungkap Kadis Dikda Dr Femmy Suluh, M.Si didampingi Kepala Bidang PKLK Merlinda Mamesah Spd, Kamis (18/9/25).

Dengan adanya fasilitas tersebut Kadis Femmy Suluh berharap masyarakat dapat memanfaatkan pusat layanan tersebut secara gratis untuk mengasessment anak – anak apakah memenuhi gangguan spektrum autisme (ASD) sekaligus untuk mengetahui prilaku, komunikasi serta interaksi sosial anak.

“Ini menjadi program bapak Gubernur bagi anak-anak autis dengan menyiapkan sarana prasarana pelayanan secara baik dan memadai sehingga masyarakat tidak bingung bagaimana melakukan terapi kepada anak-anak yang mengalami autis, “jelas Suluh.

Birokrat senior ini juga menambahkan, kedepan Pemerintah Provinsi akan terus mengembangkan program pendidikan tidak hanya bagi anak-anak autis tetapi juga difokuskan bagi anak anak berkebutuhan khusus lainnya.

“Tahun depan program yang akan dilakukan juga mencakup pendidikan anak – anak berkebutuhan khusus secara keseluruhan sehingga semuanya akan mendapatkan perhatian yang sama. Dengan demikian melalui pusat layanan yang disediakan
pemerintah daerah anak-anak kita bisa melanjutkan pendidikan ke sekolah reguler bahkan nantinya juga dipersiapkan tenaga guru yang memiliki kompetensi atau keahlian di bidangnya untuk mendampingi anak – anak disabilitas atau berkebutuhan khusus yang ada di sekolah – sekolah formal.

Disisi lain terkait sekolah berkebutuhan khusus yang dikelolah pihak swasta juga tak luput dari perhatian pemerintah daerah.

“Sekolah swasta maupun negeri tetap menjadi perhatian bapak Gubernur, semua mendapat bantuan yang sama mendapat dana BOS yang sama termasuk juga pelatihan khusus bagi tenaga guru karena ini juga menjadi program pemerintah pusat, ” tutup Kadis Femmy. (tem)