Kondisi Wisma Senja Cerah Manado “Dapa Sayang”, Louis Schramm Minta Perhatian Pemprov Sulut

MANADO – Wakil Ketua komisi IV DPRD Sulut Louis Schramm prihatin dengan kondisi bangunan wisma Balai Penyantunan Lanjut Usia Terlantar Senja Cerah Kelurahan Paniki Bawah Kota Manado.

Hal ini diungkap Schramm saat menyambangi wisma yang dihuni 50 orang lansia sekligus menggelar kegiatanreses Senin, (17//3/25)

Selain menggelar tatap muka, Ketua Fraksi Gerindra ini juga memantau langsung kondisi wisma yang ada di belakang bangunan utama dimana sebagian jalan akses keluar masuk masih beralaskan batu sehingga sangat beresiko bagi para penghuni yang rata rata telah berusia lanjut.

Tak hanya itu sejumlah bangunan wisma hunian bahkan “Dapa Sayang” (Memiriskan) bahkan ada bangunan dalam kondisi plafon hampir ambruk.

“Semua penghuni disini adalah orang tua yang berusia diatas 65 tahun
bahkan ada yang umur 90 tahun, tapi dengan melihat keadaan wisma seperti ini mungkin teman – teman (media) bisa lihat kondisi seperti ini sama sekali tidak layak, ” ungkapnya prihatin.

Legislator Dapil Kota Manado ini berharap wisma Senja Cerah yang menjadi tanggung jawab Dinas Sosial Provinsi Sulut harus mendapat perhatian dan segera dilakukan renovasi total.

” Contoh akses jalan menuju wisma, orang tua kalau melalui jalan ini pasti jatuh, dan benar sudah beberapa orang yang jatuh disini.
Memang dari Dinas Sosial Provinsi sudah berusaha yang terbaik tapi kalau melihat kondisi bangunan tidak memadai seperti ini bagaimana kita menjaga orang tua kita, ” tandasnya.

Schramm juga menegaskan sebagai wakil rakyat akan terus mendorong pemerintah Provinsi untuk memperhatikan sarana prasarana tersebut

“Ini akan terus kami dorong agar pemerintah Provinsi dapat memperhatikan kondisi wisma Senja Cerah demi kenyamanan bahkan keselamatan para orang tua yang tinggal disini. ” tegasnya.

Sebelum meninggalkan lokasi kegiatan reses, sosok legislator yang dikenal memiliki jiwa sosial ini tak lupa memberikan  bantuan berupa 6 buah mesin cuci untuk dimanfaatkan para penghuni wisma Senja Cerah.

” Esok bantuan pribadi saya akan diantar langsung ke sini, ” katanya.

Disisi lain Kepala Balai
Penyantunan Lanjut Usia Terlantar “Senja Cerah”
Lusye Budiman mengungkapkan, sejak 10 tahun belakangan ini belum ada bantuan perbaikan karena
kegiatan renovasi terakhir kali dilakukan tahun 2014 silam.

“Itupun hanya beberapa bangunan wisma yang diperbaiki dengan mengganti plafon dan pengecatan, ” ucap Budiman. (tem)