Legislator Sulut Louis Schramm Prihatin Minimnya Anggaran Yang Tertata di DLH

SULUT – Anggota Badan Anggaran DPRD Sulut, Louis Carl Schramm menyoroti keberadaan sejumlah pabrik di Sulawesi Utara yang berdampak pencemaran lingkungan.

Hal ini disampaikan legislator Dapil Kota Manado dalam pembahasan KUA/PPAS APBD Sulut 2026 bersama Tim Anggaran Pemerintah Propinsi Jumat (14/11/25).

Ketua Fraksi Gerindra itu menyebut bahwa saat ini lagi tren pencemaran lingkungan hidup, baik lewat udara maupun sungai.

“Di Manado, ada pabrik kecap yang buang limbahnya di saluran air yang dipakai masyarakat. Juga di bitung, kasus pencemaran yang dilakukan PT Futai, dan soal kerusakan hutan karena tambang ilegal. Saya bertanya kepada Kadis, kenapa DLH menjadi pemadam kebakaran. Ternyata di DLH ada pegawai yang bisa melakukan penyelidikan terkait kasus-kasus yang terjadi, tapi kendalanya tidak ada anggaran yang tertata dalam hal melakukan penyelidikan,” Jelas Legislator dapil Kota Manado itu.

Louis meminta Banggar dan TAPD untuk serius soal penataan anggaran di DLH khususnya bidang yang mengurusi persoalan pencemaran lingkungan.

“Ini dimaksudnya agar supaya menghilangkan atau meminimalisir pencemaran lingkungan yang terjadi di Sulut,” Ucapnya. (tem)