Manado – Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Sulawesi Utara terus
mematangkan berbagai persiapan dalam rangka mendukung kelancaran Angkutan Lebaran Tahun 2026/1447 Hijriah.
Hal tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi
internal bersama seluruh satuan pelayanan guna memastikan kesiapan sarana, prasarana, pengawasan operasional, serta pelayanan kepada masyarakat selama masa mudik dan arus balik Lebaran Jumat, (13/3/26).
Diketahui, pelaksanaan Posko Angkutan Lebaran 2026 dijadwalkan akan dibuka secara resmi oleh Menteri Perhubungan dan berlangsung hingga 30 Maret 2026.
Melalui siaran pers yang disampaikan kepada media, BPTD Sulut memprediksi pergerakan masyarakat pada puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 17–18 Maret, sedangkan puncak arus balik diprediksi terjadi pada 20 Maret serta 26–27 Maret 2026.
Kepala BPTD Kelas II Sulawesi Utara, Alexander Hilmi Perdana, menegaskan bahwa
keberadaan posko merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menjamin kelancaran mobilitas masyarakat selama periode Lebaran.
“Posko Angkutan Lebaran bukan sekadar kegiatan rutin tahunan, tetapi bentuk komitmen pemerintah untuk memastikan masyarakat dapat melakukan perjalanan mudik dengan aman, nyaman, dan selamat. Oleh karena itu, seluruh jajaran BPTD Kelas II Sulawesi Utara harus bekerja secara maksimal, menjaga koordinasi, serta responsif terhadap setiap dinamika yang terjadi di lapangan,” ujarnya.
Dalam rapat tersebut juga disampaikan bahwa seluruh satuan pelayanan diminta memastikan kesiapan fasilitas di terminal dan pelabuhan penyeberangan, termasuk kebersihan, kenyamanan ruang tunggu, serta sarana pendukung pelayanan kepada
masyarakat.
“Apabila terdapat fasilitas yang memerlukan perbaikan atau penambahan,
diharapkan dapat segera ditindaklanjuti agar pelayanan kepada penumpang dapat
berjalan optimal.”jelas Alexander Hilmi Perdana.
Selain kesiapan fasilitas, BPTD Sulawesi Utara juga telah melakukan kegiatan ramp check terhadap kendaraan angkutan umum, khususnya bus antarkota yang akan beroperasi selama masa Angkutan Lebaran. Kegiatan ini bertujuan memastikan bahwa kendaraan yang beroperasi memenuhi standar keselamatan dan kelayakan jalan.
Sementara itu Kepala Seksi Sarana dan Angkutan Jalan SDP, Yanuar Efan Thamrin, menegaskan pentingnya pemeriksaan kendaraan sebelum masa operasional Lebaran.
“Ramp check menjadi langkah penting untuk memastikan kendaraan yang beroperasi
selama Angkutan Lebaran benar-benar laik jalan. Kami juga terus mengingatkan operator dan pengemudi agar selalu mengutamakan keselamatan, karena faktor manusia sering menjadi penentu utama dalam mencegah terjadinya kecelakaan,” jelasnya.
Disisi lain, pengawasan operasional transportasi selama masa Angkutan Lebaran juga menjadi perhatian utama. Petugas di lapangan diharapkan aktif melakukan pemantauan terhadap operasional kendaraan serta fasilitas transportasi.
Kepala Seksi Lalu Lintas Jalan, SDP dan Pengawasan, Dony Prasetio, menyampaikan
bahwa pengawasan yang optimal menjadi kunci dalam menjaga keselamatan
pengguna jasa transportasi.
“Pengawasan operasional transportasi selama masa Angkutan Lebaran harus
dilakukan secara optimal. Petugas di lapangan diharapkan aktif melakukan
pemantauan serta memastikan seluruh layanan transportasi berjalan sesuai ketentuan demi menjaga keselamatan pengguna jasa,” ujarnya.
Sementara terkait kesiapan sarana dan prasarana transportasi juga menjadi faktor penting dalam mendukung kelancaran Angkutan Lebaran terutama terminal maupun fasilitas penyeberangan harus dipastikan dalam kondisi siap melayani peningkatan mobilitas masyarakat.
Kepala Seksi Prasarana Jalan SDP, Santo Igno Gelu, menambahkan bahwa kenyamanan fasilitas transportasi juga menjadi bagian penting dari pelayanan publik.
“Kesiapan sarana dan prasarana transportasi menjadi kunci dalam mendukung kelancaran Angkutan Lebaran. Terminal dan fasilitas penyeberangan harus dipastikan dalam kondisi siap, bersih, dan nyaman agar masyarakat dapat merasakan pelayanan
transportasi yang optimal,” terangnya.
Sementara itu guna mendukung operasional posko yang tersebar di berbagai titik, Kasubbag Tata Usaha, Hasmun Hamzah mengungkapkan BPTD Sulut telah menyiagakan total 283 personel yang akan bertugas denga menggunakan Pakaian Dinas Harian (PDH). Hal ini untuk menjaga profesionalitas dan kemudahan identifikasi.
“Total 283 personil BPTD Sulut, selain itu seluruh satuan pelayanan diminta untuk menyampaikan laporan operasional posko secara rutin kepada kantor induk, sehingga data pergerakan penumpang dan kendaraan dapat dipantau serta dilaporkan secara berjenjang hingga tingkat pusat.” “tandasnya.
Untuk lebih memaksimalkan pelaksanaan Posko Angkutan Lebaran 2026, BPTD Sulut juga memperkuat publikasi melalui media sosial agar masyarakat mendapatkan informasi terkini mengenai pergerakan arus mudik secara transparan.
Dengan demikian melalui berbagai langkah persiapan tersebut, BPTD Kelas II Sulawesi Utara berharap pelaksanaan Angkutan Lebaran Tahun 2026 dapat berjalan dengan aman, lancar, tertib, dan selamat, serta memberikan pelayanan transportasi yang optimal bagi masyarakat yang melakukan perjalanan selama periode Lebaran. (*/tem)
