MAKASSAR – Bimbingan Teknis (Bimtek) Anggota Legislatif Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Yang berlangsung selama tiga hari di Makassar ditutup oleh Ketua DPP PSI Bidang Pembinaan Fraksi dan Anggota Legislatif, Melky Jakhin Pangemanan (MJP) yang hadir mewakili Ketua Umum Kaesang Pangarep.

Dihadapan ratusan peserta, MJP menegaskan, bagi PSI seremoni penutupan bukanlah akhir, melainkan genderang yang ditabuh dimulainya pengabdian yang sesungguhnya.
Selain itu lanjut MJP, forum ini bukan sekadar ajang kumpul rutin. Secara politik, Bimtek Makassar menjadi momentum bagi para legislator PSI untuk menyamakan mainset kerja kerja politik untuk kemaslahatan rakyat.
Melky Pangemanan menegaskan bahwa setiap bekal teknis dan ideologis yang didapat harus segera dipraktikkan di daerah pemilihan masing-masing.
“Dari Bimtek di Makassar, semangat itu berlanjut. Karena kerja legislatif sesungguhnya selalu dimulai saat kembali ke rakyat. “tandasnya.
MJP juga tegaskan tiga poin krusial yang menjadi catatan pasca-Bimtek ini:
1. Penguatan Fungsi Pengawasan: Legislator PSI didorong untuk lebih vokal dalam mengawal anggaran publik agar tepat sasaran.
2. Modernisasi Kerja Legislatif: Memanfaatkan data dan teknologi (sesuai nafas partai anak muda) untuk menyerap aspirasi secara real-time.
3. Konsolidasi Akar Rumput: Menjaga momentum politik menuju agenda-agenda strategis ke depan dengan tetap hadir di tengah persoalan warga.
“Kerja legislatif sesungguhnya justru baru dimulai saat para anggota Dewan menginjakkan kaki kembali di daerahnya. Rakyat tidak butuh teori; mereka butuh solusi nyata atas masalah sehari-hari.” kunci MJP. (tem)
