MANADO — Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Yulius Selvanus, mengeluarkan imbauan kepada seluruh masyarakat menyusul maraknya peristiwa Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di tengah musim kemarau saat ini. Gubernur mengajak seluruh warga untuk meningkatkan kepedulian dan mengambil peran aktif dalam menjaga lingkungan agar terhindar dari bencana kebakaran.
Hal ini disampaikan Gubernur Yulius usai memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Pencegahan dan Penanganan Karhutla Wilayah Provinsi Sulut di Wisma Negara Bumi Beringin, Manado, Rabu (26/8/2026). Rakor penting ini dihadiri oleh jajaran pemerintah kabupaten/kota serta stakeholder terkait guna menyamakan langkah antisipasi.
Gubernur secara khusus meminta masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas membakar lahan atau membuka ladang dengan cara dibakar, serta menghindari pembakaran sampah di pekarangan rumah secara sembarangan.
Menurutnya, cuaca kering akibat fenomena El Nino diprediksi masih akan terus berlangsung hingga bulan November mendatang, sehingga potensi kekeringan perlu diwaspadai bersama.
Meski ada indikasi potensi hujan ringan pada Oktober mendatang, masyarakat diminta tetap siaga mengingat dominasi angin dari Samudra Pasifik memperkuat risiko kekeringan.
Disisi lain lanjut Gubernur, Pemprov dan kabupaten/kota berkomitmen menyelesaikan persoalan Karhutla dengan cepat, yang juga ditopang peran aktif masyarakat di lapangan.
“Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota bersama-sama menyamakan persepsi dan langkah antisipasi terhadap Karhutla yang dipengaruhi fenomena El Nino. Kami sepakat menyelesaikannya dengan cepat, tetapi kami juga minta peran dan kepedulian masyarakat. Mari kita jaga bersama daerah kita agar bebas dari kebakaran,” tegas Gubernur Yulius Selvanus. (tem)
