MANADO — Pelaksanaan reses III Tahun 2026, anggota DPRD Kota Manado Natanael Pepah, SE, kembali membuktikan komitmennya sebagai wakil rakyat yang responsif dan berpihak pada kepentingan masyarakat. Personil Komisi IV dari Fraksi PDI Perjuangan ini tampil lugas saat menyerap berbagai keluhan krusial warga di Daerah Pemilihan (Dapil) Sario–Malalayang.
Dalam dialog interaktif bersama warga, sejumlah persoalan mendasar mengemuka, mulai dari krisis air bersih menahun, kondisi infrastruktur jalan lingkungan yang memprihatinkan, hingga kerusakan fasilitas umum di kawasan wisata Pantai Malalayang.
Persoalan paling mendesak yang disuarakan warga Malalayang II dan kawasan Manibang adalah macetnya distribusi air bersih dari PDAM yang sudah dirasakan selama kurang lebih empat tahun terakhir. Menanggapi aspirasi masyarakat di tengah musim kemarau panjang, Natanael menegaskan komitmennya untuk segera menindak lanjuti keluhan warga ke instansi terkait.
Ia juga memaparkan bahwa secara teknis, wilayah Malalayang dan Krida seharusnya sudah menikmati suplai air yang lebih optimal seiring dengan kehadiran empat Instalasi Pengolahan Air (IPA) baru di Kota Manado.
“Tugas kami adalah memperjuangkan aspirasi masyarakat. Kalau ini tidak terlaksana, kasihan masyarakat terutama yang tinggal di lorong-lorong yang infrastrukturnya masih kurang memadai,” tegas politisi yang akrab disapa Nape ini.
Sebagai langkah taktis, Natanael memastikan secepatnya melakukan koordinasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) seperti Dinas PUPR untuk menuntaskan persoalan jaringan serta saluran air bersih, termasuk
Dinas Perkim guna mempercepat pembenahan infrastruktur jalan lingkungan yang masuk ke permukiman warga.
Disisi lain dirinya akan meminta PDAM Kota Manado untuk memberikan laporan progres riil serta kepastian realisasi penambahan bak penampung air di kawasan tersebut.
Selain itu Natanael juga merespons aspirasi salah satu warga, Ipi Kalalo terkait kendala administratif program bantuan pemerintah. Mengingat sebagian warga tinggal di atas lahan milik orang lain dan terkendala syarat sah kepemilikan tanah untuk bantuan bedah rumah. Dirinya berkomitmen mencari celah kebijakan kemanusiaan. Termasuk di antaranya mengoordinasikan bantuan wadah penampung air atau tong bagi warga terdampak.
Selain itu, perhatian serius juga diarahkan pada pembenahan destinasi wisata unggulan Pantai Malalayang. Warga meminta agar fasilitas umum yang rusak seperti toilet dan lampu penerangan segera diperbaiki guna mengembalikan daya tarik kawasan tersebut.
“Seluruh aspirasi masyarakat yang disampaikan pada masa reses ini akan saya bawa dan perjuangkan secara maksimal dalam sidang maupun rapat paripurna DPRD Kota Manado. Air bersih di Malalayang II adalah prioritas harga mati yang akan terus saya kawal,” pungkas Natanael Pepah.(*/tem)
