MANADO — Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE, secara resmi melantik 318 Pejabat Fungsional di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara. Pelantikan ini menjadi bagian dari langkah strategis penataan organisasi untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang profesional, adaptif, dan berorientasi pada hasil.
Acara pelantikan yang berlangsung Senin, (6/9/26) di ruang Mapalus ini turut dihadiri oleh Wakil Gubernur Sulawesi Utara Dr. J. Victor Mailangkay, SH, MH; Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Utara Tahlis Gallang, SIP, MM; para Asisten Sekdaprov Sulut; Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama; serta Koordinator dan Tim Ahli Gubernur Sulut.
Dalam sambutan sekaligus arahannya, Gubernur Yulius menyampaikan rasa syukurnya atas berbagai capaian dan prestasi membanggakan yang telah diraih oleh Provinsi Sulawesi Utara, mulai dari bidang tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, pengelolaan keuangan, pembangunan SDM, hingga peningkatan arus investasi.
Meski demikian, Gubernur mengingatkan bahwa kesuksesan tersebut bukanlah hasil kerja perorangan, melainkan buah dari kerja keras, kerja cerdas, dan kerja bersama seluruh jajaran Pemprov Sulut—mulai dari pimpinan perangkat daerah, pejabat, staf, hingga dukungan masyarakat.
“Prestasi adalah pemicu semangat, bukan alasan untuk berhenti berbenah. Justru setiap keberhasilan harus menjadi motivasi bagi kita untuk bekerja lebih keras lagi,” tegas Gubernur Yulius Selvanus.
Menghadapi berbagai tantangan ke depan, Gubernur menggarisbawahi percepatan program prioritas pembangunan dan peningkatan kualitas pelayanan publik,
Gubernur juga menekankan akselerasi dan penguatan teknis terutama penempatan pejabat fungsional sesuai bidang keahliannya. Dengan demikian diharapkan mampu mempertajam analisis, memperkuat eksekusi teknis di lapangan, serta mendorong birokrasi yang lebih responsif terhadap dinamika kebutuhan masyarakat.
Disisi lain Gubernur meminta para pejabat untuk segera beradaptasi, mendalami tugas dan fungsi, meningkatkan kompetensi, serta membangun komunikasi dan kolaborasi yang harmonis dengan pimpinan maupun rekan kerja.
Gubernur juga secara tegas menginstruksikan agar seluruh ASN memegang teguh prinsip integritas, disiplin, loyalitas, serta rasa tanggung jawab. Jauhi segala bentuk penyalahgunaan wewenang serta tindakan yang bertentangan dengan hukum serta menghindari ego sektoral, merawat semangat kebersamaan, dan membangun budaya kerja yang saling mendukung demi mengoptimalkan program-program pembangunan daerah.
“Mari melaju bersama, mari maju bersama. Bangun budaya kerja yang saling mendukung, saling menghargai, dan saling memperkuat, untuk membangun daerah menuju Sulawesi Utara Maju, Sejahtera, dan Berkelanjutan,” pungkasnya. (tem)
