Genap 65 Tahun, Bank SulutGo Perkuat Posisi Sebagai Motor Pertumbuhan Ekonomi Regional

MANADO — Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara dan Gorontalo (Bank SulutGo / BSG) resmi menginjak usia ke-65 pada Rabu (3/6/2026). Di usia yang matang ini, emiten perbankan daerah tersebut menegaskan kembali posisinya sebagai backbone perekonomian regional sekaligus memantapkan langkah menuju jajaran Bank Pembangunan Daerah (BPD) terkuat di skala nasional.

Sejak didirikan pada 3 Juni 1961, BSG mencatatkan transformasi signifikan dari lembaga keuangan lokal menjadi entitas perbankan yang kompetitif. Di bawah menajemen Direktur Utama Revino M. Pepah, BSG menerapkan strategi keseimbangan antara ekspansi bisnis (business growth) dan fungsi intermediasi daerah.

“Pertumbuhan bisnis bukanlah satu-satunya tujuan kami. Komitmen utama Bank SulutGo adalah memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memperkuat potensi ekonomi lokal,” ujar Revino M. Pepah dalam keterangan resminya.

Stimulus Sektor Riil dan Akselerasi KUR

Dari sisi fungsi intermediasi, Bank SulutGo agresif mendorong pertumbuhan sektor riil melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Langkah intervensi modal ini difokuskan pada klaster produktif guna menjaga daya beli dan geliat ekonomi akar rumput, meliputi:

* Pedagang pasar tradisional

* Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM)

* Sektor pertanian dan ketahanan pangan

* Pekerja sektor riil informal

Transformasi Digital dan Efisiensi Fiskal Daerah

Menghadapi tantangan industri perbankan 4.0, BSG melakukan belanja modal teknologi (capex IT) secara masif untuk memelopori digitalisasi keuangan di Indonesia Timur. Strategi ini ditopang oleh dua pilar produk utama:

Aplikasi Mobile Banking (BSGtouch): Meningkatkan aksesibilitas nasabah retail dan mempercepat perputaran uang (velocity of money) di daerah.

Ekosistem QRIS (BSG QRIS): Mendorong terciptanya cashless society pada sektor merchant lokal.

Selain digitalisasi retail, BSG juga memperkuat penetrasi pada sektor publik (public sector banking). Saat ini, BSG bertindak sebagai pengelola sistem pembayaran pajak daerah dan pelopor digitalisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) secara non-tunai. Integrasi sistem ini terbukti efektif menekan kebocoran anggaran (budget leakage) serta meningkatkan transparansi dan efisiensi pengelolaan fiskal daerah.

Prospek Strategis

Sebagai mitra strategis Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dan Gorontalo, tantangan BSG ke depan adalah menjaga rasio kecukupan modal (CAR) dan menekan non-performing loan (NPL) di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Dengan momentum hari jadi ke-65 ini, manajemen optimistis bahwa diversifikasi produk digital dan penguatan pembiayaan daerah akan menjadi katalis utama bagi pertumbuhan aset perseroan secara berkelanjutan (sustainable growth). (tim)