Gubernur Yulius Selvanus di PSR GMIM 2026: Seni Penting, Tapi Fondasi Iman Yang Utama

MANADO — Di tengah semarak pembukaan Pekan Seni Remaja (PSR) Sinode GMIM 2026, Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, tidak hanya hadir untuk meresmikan acara. Ia datang membawa sebuah pesan hangat, mendalam, dan penuh kasih layaknya seorang orang tua bagi ribuan generasi muda Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) yang hadir.

Membuka sambutannya, Yulius menyoroti fase remaja sebagai masa paling krusial dalam pembentukan masa depan seseorang. Menurutnya, kepintaran akademis dan keahlian di bidang seni belumlah cukup untuk mengarungi dunia modern yang bergerak begitu cepat.

“Remaja harus memiliki fondasi iman dan moral yang kuat. Dengan dasar itu, mereka akan mampu menentukan mana yang baik dan mana yang tidak baik dalam kehidupan,” pesan Gubernur Yulius.

Gubernur menyadari betul tantangan yang dihadapi anak-anak muda hari ini. Arus informasi yang deras serta perkembangan teknologi yang tanpa batas sering kali menjadi ujian tersendiri bagi jati diri mereka. Karena itu, ia mengingatkan agar para remaja tidak mudah goyah, melainkan menjadikan nilai-nilai keimanan sebagai kompas utama dalam memilah setiap pengaruh yang datang dari lingkungan maupun dunia digital.

Gubernur Yulius berharap ajang PSR ini menjadi ruang suci bagi para remaja untuk merajut persahabatan sejati, saling mendukung, dan merayakan talenta yang telah dianugerahkan Tuhan kepada mereka.

“Gunakan kesempatan ini untuk mengembangkan talenta, membangun persahabatan, dan yang paling penting tetap menjadikan iman sebagai dasar dalam kehidupan,” ajaknya.

Ia juga menitipkan pesan khusus agar semangat sportivitas dan kebersamaan senantiasa dijaga. Kompetisi, bagi Yulius, bukan soal siapa yang menang atau kalah, melainkan sarana belajar untuk berlapang dada, menghargai sesama, dan menumbuhkan mental yang tangguh.

Di akhir pesannya, Gubernur Yulius menyampaikan sebuah impian besar untuk masa depan Sulawesi Utara. Ia ingin melihat anak-anak muda GMIM tumbuh bukan sekadar menjadi generasi yang berprestasi secara membanggakan, melainkan generasi yang berintegritas tinggi, memiliki kepedulian tulus kepada sesama, serta memegang teguh tanggung jawab untuk membangun daerah dan bangsa.

Melalui momentum PSR Sinode GMIM 2026 ini, sebuah pengingat indah kembali bergema bahwa dengan sinergi kasih dari gereja, keluarga, dan pemerintah, generasi muda kita akan senantiasa berjalan di jalur yang benar—tumbuh menjadi pribadi yang hebat tanpa pernah kehilangan jati diri dan terang iman mereka. (tem)