MANADO – Bagi sebagian orang, dua tahun mungkin hanyalah angka dalam kalender. Namun, bagi Niklas Weliam Silangen, S.Sos., M.Si., kurun waktu dua tahun, dua bulan, dan lima hari sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris DPRD Sulawesi Utara adalah sebuah ujian kesetiaan, dedikasi, dan ketulusan dalam mengabdi.
Kini, penantian dan kerja keras tersebut berbuah manis. Pria kelahiran 27 Juni 1972 ini resmi dilantik oleh Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, sebagai Sekretaris DPRD Provinsi Sulawesi Utara definitif. Sebuah posisi yang tidak hanya menuntut kecakapan administratif, tetapi juga kematangan emosional dalam menjembatani dinamika politik dan pemerintahan.
Pria yang pernah menduduki jabatan sebagai Kepala Samsat Minahasa Selatan ini memiliki pandangan yang sederhana namun mendalam tentang birokrasi. Baginya, jabatan bukanlah tujuan akhir, melainkan sebuah amanah untuk melayani. Selama menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt), Niklas menjadi saksi hidup bagaimana roda pemerintahan di lingkup kesekretariatan DPRD berputar dengan segala tantangannya.
Mulai dari memastikan dukungan administrasi dan keuangan berjalan lancar, memfasilitasi rapat-rapat krusial, hingga mengoordinasikan tenaga ahli demi mendukung fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan—semuanya ia jalani dengan ketenangan yang menjadi ciri khasnya.
“Pengabdian bukan tentang seberapa tinggi posisi yang kita duduki, melainkan seberapa tulus kita bekerja dalam prosesnya,” ujar salah satu pejabat Sekretariat DPRD Justman Entjaurau saat menggambarkan sosok Niklas yang dikenal dekat dengan wartawan tersebut.
Menjadi penghubung antara lembaga legislatif dan eksekutif bukanlah perkara mudah. Sinergi antara DPRD dengan Gubernur dan Wakil Gubernur maupun Sekretaris Provinsi membutuhkan diplomasi yang halus namun tegas. Di sinilah letak keistimewaan Niklas. Di tengah dinamika politik yang seringkali memanas, ia konsisten hadir dengan sikap rendah hati, tidak banyak bicara, namun tuntas dalam bekerja.
Dedikasinya tidak terlihat dari pidato yang megah, melainkan dari jejak kinerja yang stabil. Kesabarannya dalam menjalani proses transisi panjang hingga akhirnya dipercaya secara definitif, menjadi bukti bahwa integritas adalah mata uang yang paling berharga dalam dunia birokrasi.
Pelantikan Niklas Weliam Silangen oleh Gubernur Yulius Selvanus menjadi babak baru bagi sekretariat DPRD Sulut. Harapan besar disematkan padanya untuk membawa organisasi ini ke arah yang lebih baik dan mendukung visi “Sulut yang Lebih Maju dan Sejahtera”.
Perjalanan karir Niklas Silangen sebagai birokrat mengajarkan satu pelajaran berharga, bahwa dalam dunia kerja yang penuh persaingan, ada cara yang elegan untuk sampai ke puncak, yakni dengan kesabaran, kerja keras, dan loyalitas tanpa batas.
Jabatan memang bisa datang dan pergi, namun integritas dan ketulusan yang ditinggalkan akan senantiasa membekas di hati banyak orang. Selamat mengemban amanah, Bapak Niklas Silangen. Semoga pengabdian Anda terus menjadi inspirasi bagi kemajuan Sulawesi Utara. (stem).
