Mengenal Recky H. Langie, Nahkoda Tangguh di Balik Suksesnya SMSI ke-82 GMIM

MANADO — Perhelatan Sidang Majelis Sinode Istimewa (SMSI) ke-82 Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) yang berlangsung pada 24–26 September 2026 resmi berakhir dengan sukses besar. Di balik keberhasilan perhelatan akbar tersebut, ada sosok Recky H. Langie yang tampil solid sebagai Ketua Umum Panitia.

Di bawah kepemimpinannya, agenda strategis organisasi yang melibatkan ribuan peserta tersebut berlangsung aman, tertib, dan bermartabat hingga penutupan resmi pada Minggu (26/9/2026) dini hari di Auditorium Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), Manado.

Memimpin panitia SMSI bukanlah tugas yang ringan. Forum tertinggi ini diwarnai oleh dinamika persidangan yang alot. Namun, kapasitas kepemimpinan Recky Langie teruji ketika ia mampu menjaga keharmonisan forum hingga akhir persidangan.

Puncak dari kepemimpinannya ditandai dengan disahkannya Tata Gereja GMIM 2026, sebuah hukum dan landasan pelayanan baru yang akan menjadi pijakan bagi seluruh jemaat GMIM menatap masa depan.

Keberhasilan Recky Langie juga terlihat dari manajemen operasional sangat presisi. Di bawah arahannya, panitia terbukti mampu mengelola pergerakan yang dihadiri ribuan peserta utusan jemaat dan wilayah pelayanan serta delegasi internasional

Bagi Recky Langie, keberhasilan perhelatan ini bukan sekadar tentang penuntasan agenda organisasi, melainkan sebuah tonggak sejarah baru bagi pelayanan gereja.

Dalam sambutan penutupnya, ia menegaskan bahwa seluruh keputusan persidangan merupakan warisan kasih karunia (legacy of grace) untuk GMIM.

“Kunci utama di balik suksesnya acara ini adalah sinergi solid yang dibangun panitia bersama pimpinan wilayah, serta partisipasi aktif warga jemaat.” ungkap Recky.

Lewat kepemimpinannya di SMSI ke-82, Recky H. Langie tidak hanya sukses menuntaskan tugas pelayanan, tetapi juga membuktikan kapasitasnya sebagai pemimpin yang mampu mengawal agenda-agenda strategis gereja dengan penuh integritas dan rasa tanggung jawab. (tem)