Pacuan Kuda Piala Gubernur Sulut 2026, Sukses Dongkrak Omzet UMKM di Tompaso

TOMPASO – Kejuaraan Pacuan Kuda Seleksi Kejurnas Seri II Piala Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Tahun 2026 tidak hanya menjadi panggung adu kecepatan satwa terbaik di lintasan. Lebih dari sekadar kompetisi, event bergengsi yang memadati Gelanggang Pacuan Kuda Maesa Tompaso Kabupaten Minahasa ini terbukti membawa dampak instan bagi perputaran ekonomi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal.

Pantauan di lokasi pada Sabtu (6/6/2026), ribuan pengunjung yang menyemut di arena menjadi berkah melimpah bagi para pedagang. Deretan tenda UMKM yang menjajakan kuliner, kerajinan tangan, hingga produk khas daerah ramai diserbu pembeli sejak pagi hari. Momentum ini menegaskan bahwa olahraga tradisional kebanggaan Bumi Nyiur Melambai mampu menciptakan multiplier effect bagi ekonomi kerakyatan.

Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE, menegaskan bahwa kejuaraan ini dirancang sebagai instrumen penggerak roda ekonomi masyarakat. Menurutnya, setiap event berskala besar wajib memberikan manfaat langsung kepada pelaku usaha kecil yang menjadi tulang punggung daerah.

“Saat kuda berlari di lintasan, ekonomi rakyat juga harus ikut melaju. Itulah tujuan besar dari setiap kegiatan yang kita selenggarakan,” ujar Gubernur Yulius Selvanus, Sabtu (6/6/2026).

Apresiasi tinggi pun datang dari para pelaku UMKM yang meraup untung selama gelaran berlangsung. Mereka mengaku mengalami lonjakan omzet yang signifikan dibanding hari-hari biasa berkat arus pengunjung dari berbagai kabupaten/kota di Sulut.

“Terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam perhelatan ini. Kejuaraan pacuan kuda ini benar-benar membangkitkan ekonomi kami, para pelaku usaha kecil di sini,” ungkap salah seorang pedagang di area sirkuit.

Selain menjadi hiburan rakyat dan ajang pelestarian budaya, olahraga pacuan kuda kini bertransformasi menjadi panggung promosi efektif bagi produk lokal. Komitmen Pemerintah Provinsi Sulut dalam mendorong ekonomi berbasis tradisi ini diharapkan terus berlanjut melalui event-event regional maupun nasional mendatang, guna menstimulasi sektor pendukung lain seperti transportasi dan jasa. (tim)