PDIP ‘Tendang’ Jems Tuuk Keluar Partai, Salah Satu Alasan Gegara Jadi Timsus Gubernur

Manado — Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri resmi menandatangani Surat Keputusan (SK) pemecatan terhadap kader senior asal Sulawesi Utara, Ir. Jullius Jems Tuuk. Pemecatan politisi yang dikenal vokal ini langsung menyita perhatian publik menyusul posisinya yang kini dipercayakan sebagai tim khusus Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus.

Berdasarkan SK Nomor 102/KPTS/DPP/VIII/2026 tertanggal 19 Agustus 2026, salah satu alasan utama pemecatan berakar dari temuan Komite Etik dan disiplin partai sebagaimana tercantum pada poin lima (5). Jems Tuuk dinilai tidak memenuhi panggilan pemeriksaan, mangkir dari klarifikasi DPD PDI Perjuangan Sulut, serta menerima dan menjalankan jabatan sebagai Tim Khusus Gubernur dari usungan partai politik lain. Keputusan ini dinilai menunjukkan sikap tidak patuh terhadap mekanisme organisasi.

Terkait pemecatan tersebut, Jems Tuuk menanggapi dengan bijak bahkan ia melontarkan analogi politik terkait dinamika kepartaian di tingkat nasional.

“Mantan Presiden RI ke-7 Bapak Joko Widodo pun dipecat dalam keanggotaan, apalagi saya,” ujar pria yang akrab disapa JT ini.

Jems menegaskan bahwa penunjukannya sebagai Tim Khusus (Timsus) Gubernur murni diarahkan untuk kepentingan masyarakat Sulawesi Utara, tanpa ada keterkaitan kepentingan partai.

“Saya disumpah atas nama Tuhan dan agama saya, bukan atas nama partai. Begitu juga kerja Timsus adalah sumpah dan janji dalam diri dan jiwaku hanya mengabdi bagi rakyat, bukan kepentingan pribadi. Saya bahkan mendapat penghargaan sebagai anggota DPRD Sulut terbaik selama tiga kali oleh teman-temn media liputan Dewan,” tegasnya.

Meski didepak dari partai berlambang banteng bermoncong putih yang telah bersamanya selama 39 tahun, mantan anggota DPRD Sulut selama dua periode ini tetap menyampaikan apresiasi tinggi. Ia berterima kasih kepada Ketua Umum Megawati Soekarnoputri dan Ketua DPD PDI Perjuangan Sulut, Olly Dondokambey, atas kesempatan yang telah diberikan kepadanya selama berkarier di dunia politik bersama PDI Perjuangan.

“Hal baik pasti saya apresiasi. Bersama PDI Perjuangan kami telah membangun kerja nyata di tanah Sulawesi Utara. Sehat selalu kedua tokoh besar Indonesia kita ini, salut dan bangga boleh bersama selama 39 tahun bersama PDI Perjuangan,” pungkas Jems Tuuk. (tem)