MANADO – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus memastikan ketersediaan pangan sekaligus memperkuat perlindungan bagi masyarakat melalui penyaluran bantuan pangan secara tepat sasaran dan tepat waktu.
Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus,SE menegaskan, penyaluran bantuan pangan di Sulawesi Utara berjalan dengan baik, termasuk menjangkau masyarakat di wilayah kepulauan.
Hal tersebut disampaikan Gubernur Yulius saat mendampingi Menteri Koordinator Bidang Pangan RI Zulkifli Hasan dalam penyerahan bantuan pangan di Aula Mapalus Kantor Gubernur Sulawesi Utara, Kamis (8/10/2026).
Gubernur menjelaskan, untuk Bantuan Pangan Alokasi I Tahun 2026, sebanyak 274.156 Penerima Bantuan Pangan (PBP) telah menerima bantuan dengan realisasi penyaluran mencapai 100 persen.
Total bantuan yang telah disalurkan pada alokasi tersebut mencapai 5.482.920 kilogram beras dan 1.096.584 liter minyak goreng.
Sementara untuk Bantuan Pangan Alokasi II, terdapat 281.794 PBP dengan pagu beras lebih dari 8,3 juta kilogram, dan hingga saat ini realisasi penyalurannya telah mencapai 98,19 persen.
“Penyaluran bantuan pangan secara umum berjalan baik, tepat sasaran dan tepat waktu, termasuk menjangkau masyarakat di wilayah kepulauan,” ujar Gubernur Yulius.
Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil sinergi antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, pemerintah kabupaten dan kota, pemerintah desa dan kelurahan, serta Perum BULOG.
Stok Beras Sulut Aman
Di tengah dinamika iklim dan ancaman fenomena El Nino yang dapat mempengaruhi produksi sejumlah komoditas pangan, Gubernur Yulius memastikan kondisi stok beras di Sulawesi Utara saat ini tetap aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat.
“Stok saat ini berjumlah 34.602 ton,” tegas Gubernur.
Kondisi tersebut menjadi bagian penting dalam upaya pemerintah menjaga stabilitas pangan dan memastikan masyarakat tetap memiliki akses terhadap kebutuhan pokok, terutama menghadapi potensi peningkatan kebutuhan pada akhir tahun.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara juga terus memperkuat langkah stabilisasi melalui Gerakan Pangan Murah (GPM). Hingga minggu pertama Oktober 2026, GPM telah dilaksanakan di 417 titik dan akan terus diperluas sebagai upaya menyediakan kebutuhan pangan dengan harga yang terjangkau bagi masyarakat.
Selain itu, menghadapi Natal dan Tahun Baru, Pemprov Sulut telah menyiapkan langkah antisipasi melalui subsidi terhadap tujuh komoditas pangan, yakni minyak goreng, gula pasir, bawang merah, bawang putih, daging ayam, cabai rawit dan telur ayam.
Perkuat Sinergi Pusat dan Daerah
Dalam kunjungan kerjanya ke Sulawesi Utara, Menko Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dalam menyukseskan program bantuan pangan pemerintah.
Sinergi pemerintah pusat dan daerah dinilai menjadi kunci agar program bantuan pangan dapat berjalan secara efektif dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, Menko Pangan juga menyerahkan bantuan pangan tambahan sebanyak 3.750 kilogram beras kepada 750 penerima, masing-masing 250 paket untuk masyarakat Kota Manado dan 500 paket untuk masyarakat Kabupaten Minahasa. Bantuan tersebut diberikan kepada masyarakat di luar desil 1–4 yang dinilai tetap layak menerima bantuan.
Gubernur Yulius menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat sekaligus menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara untuk terus memperkuat koordinasi dan kolaborasi dalam menjaga ketahanan pangan daerah.
“Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara akan terus memastikan ketersediaan pangan, menjaga stabilitas harga dan memastikan masyarakat mendapatkan akses terhadap kebutuhan pokok,” kata Gubernur.
Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dalam menghadirkan kebijakan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, sekaligus memperkuat fondasi pembangunan daerah menuju Sulawesi Utara yang Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan. (*/tem)
