Tahlis Gallang Nahkodai Sekprov Sulut, Jems Tuuk: Pilihan Pak Gubernur Yulius Sudah Tepat

Foto : Julius Jems Tuuk (ist)

MANADO – Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, resmi melantik Tahlis Gallang, S.E. sebagai Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Sulawesi Utara definitif pada hari ini, Senin (4/5/2026). Pelantikan ini menandai babak baru birokrasi di Bumi Nyiur Melambaikan di bawah kepemimpinan Gubernur yang akrab disapa YSK tersebut.

Keputusan Gubernur YSK memilih Tahlis Gallang mendapat apresiasi tinggi, salah satunya dari Tim Khusus (Timsus) Gubernur, IrJulius Jems Tuuk. Menurut Jems, pilihan Gubernur sangat tepat dan didasarkan pada penilaian yang objektif terhadap kualitas kepemimpinan Tahlis.

Jems Tuuk, yang juga mantan anggota DPRD Sulut dapil Bolmong Raya (BMR), menegaskan bahwa terpilihnya Tahlis bukan semata-mata karena janji Gubernur kepada masyarakat BMR.

“Mata batin Bapak Gubernur YSK memilih Pak Tahlis sudah sangat tepat. Beliau adalah ASN berkarakter dan hingga saat ini, belum ada ASN di Sulut yang mampu menyamai kualitas kepemimpinannya,” ujar Jems Tuuk.

Lebih lanjut, Jems membeberkan alasan mengapa Tahlis Gallang layak disebut sebagai “ASN Langka”. Karier Tahlis tercatat sangat gemilang; di usia 25 tahun ia sudah memegang jabatan strategis, dan pada usia 32 tahun sudah dipercaya menjadi Sekda.

Tahlis tercatat telah menjabat sebagai Sekda di tiga kabupaten/kota berbeda sebelum akhirnya ditarik menjadi Pj. Sekprov dan kini resmi dilantik sebagai pejabat definitif.

“Saya mengenal dekat beliau. Beliau pribadi yang berintegritas, jujur, dan tidak pernah mengejar jabatan. Justru jabatan yang mengejar beliau karena fokusnya selalu pada penyelesaian pekerjaan,” tambah Jems.

Jems merinci setidaknya ada belasan poin yang membuat Tahlis Gallang menonjol di mata pimpinan dan masyarakat, di antaranya:

*Punya Integritas & Kejujuran

*Loyalitas, Menjadi pribadi yang selalu diandalkan oleh setiap pimpinan sejak awal karier

*Visioner & Cerdas, Memiliki pandangan jauh ke depan dalam membangun birokrasi.

Rendah Hati, Meski memiliki posisi mentereng, tetap dikenal tidak sombong.

Namun demikian Jems Tuuk juga memberi pesan khusus agar tetap menjaga keseimbangan hidup. “Beliau ini dikenal sebagai ASN workaholic. Bagi saya pribadi, itu sebenarnya kurang baik karena hidup harus seimbang. Namun, itulah bukti betapa totalitasnya beliau dalam bekerja,” ungkapnya.

“Selamat Bertugas Pak Tahlis, Anda mengajarkan banyak hal tentang kehidupan bagi generasi muda ASN saat ini. Anda tidak mengejar jabatan tetapi jabatan mengejar anda,”pungkasnya. (tem)