Foto: Gubernur Yulius Selvanus Menyerahkan Salah Satu Produk Tabungan Dari Bank SulutGo Kepada Perwakilan Pelajar Pada Kegiatan Bulan Literasi Keuangan 2026
MANADO — Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, S.E., menyampaikan pesan khusus kepada seluruh pelajar dan mahasiswa di Bumi Nyiur Melambai. Pesan tersebut disampaikannya saat membuka kegiatan peringatan Hari Indonesia Menabung dan Bulan Literasi Keuangan Tahun 2026 yang dilaksanakan Otoritas Jasa Keuangan Kamis (20/8/26) di Manado.
Di hadapan ribuan generasi muda, Gubernur Yulius Selvanus menegaskan bahwa kelompok pelajar dan mahasiswa mencakup sekitar 31 persen dari total populasi Indonesia. Angka ini merepresentasikan energi besar, daya cipta, serta potensi kepemimpinan yang akan menentukan arah perekonomian nasional.
Gubernur juga menyoroti data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 yang mencatat tingkat inklusi keuangan pelajar dan mahasiswa telah mencapai 92,76 persen, sementara tingkat literasi keuangannya masih berada di angka 62,72 persen.
Kesenjangan ini menunjukkan bahwa mayoritas generasi muda telah memiliki akses dan kepemilikan rekening, tetapi belum sepenuhnya dibekali pemahaman mendalam untuk mengelola dan melindungi aset keuangan mereka secara bijak.
“Memiliki rekening hanyalah pintu masuk; tujuan utama kita adalah membentuk generasi yang cakap menyusun perencanaan keuangan, peka terhadap risiko finansial, dan mampu memanfaatkan teknologi secara bertanggung jawab,” ujar Gubernur Yulius Selvanus.
Selain memberikan dukungan penuh kepada para peserta lomba edukasi keuangan, Gubernur menitipkan tiga kebiasaan sederhana yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari yaitu;
1. Sisihkan tabungan di awal ketika menerima uang, bukan menunggu ada sisa.
2. Utamakan kebutuhan, daripada keinginan impulsif.
3. Jadilah duta literasi keuangan bagi teman, keluarga, sekolah, kampus, dan lingkungan sekitar.
Gubernur mengingatkan bahwa ukuran keberhasilan menabung tidak hanya dihitung dari besar nominal yang terkumpul, melainkan dari konsistensi karakter dan nilai-nilai kedisiplinan yang terbentuk sejak dini.
Sebagai komitmen nyata, Pemprov Sulut bersama pemangku kepentingan terus mendorong penguatan ekonomi daerah melalui empat arah kebijakan utama dengan memperluas Inklusi Keuangan Sejak Dini melalui program KEJAR, memperluas Literasi Keuangan Produktif hingga ke pembiayaan UMKM dan pasar modal, membangun Kecakapan Keuangan Digital yang aman dari kejahatan siber serta memperkuat Pelindungan dan Kepastian Hukum bagi konsumen jasa keuangan.
Melalui momentum ini, Gubernur berharap generasi muda Sulawesi Utara dapat bertransformasi menjadi agen perubahan yang cerdas keuangan, produktif, dan berintegritas tinggi.
Kegiatan tersebut turut dihadiri pimpinan dan jajaran Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Utara, Dinas Pendidikan Daerah, Kementerian Agama, serta pimpinan lembaga jasa keuangan di Sulawesi Utara. (tem)
