Pelindo Manado Terapkan Kebijakan Sterilisasi Dermaga Demi Keselamatan Penumpang

MANADO — PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) menerapkan kebijakan sterilisasi dermaga di Pelabuhan Manado untuk meningkatkan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pengguna jasa.

General Manager Pelindo Manado, Nurlayla Arbie, menyampaikan bahwa kebijakan tersebut berfokus pada pengendalian akses masuk area operasional pelabuhan.

“Prinsip utamanya adalah mengendalikan siapa saja yang bisa masuk ke dermaga dan naik ke kapal. Penumpang yang berangkat harus memiliki tiket resmi agar tercatat dalam manifest,” tegas Nurlayla pada Selasa (20/10/2026).

Nurlayla menjelaskan, pendataan manifest yang akurat sangat krusial untuk memastikan hak keselamatan penumpang terpenuhi, termasuk kecukupan fasilitas seperti life jacket dan jaminan perlindungan asuransi saat terjadi keadaan darurat. Berdasarkan evaluasi awal penerapan kebijakan ini, tercatat peningkatan signifikan jumlah penumpang resmi yang terdata—mencapai selisih hingga lebih dari 200 orang pada kapal dengan rute dan jadwal yang sama.

Untuk memfasilitasi kebutuhan khusus, Pelindo Manado menyediakan visitor ID card bagi pendamping lansia, penyandang disabilitas, ibu hamil, serta penumpang berkebutuhan khusus dengan syarat menyerahkan KTP sebagai jaminan. Sistem kartu akses ini juga membedakan kategori bagi pengunjung umum, pendamping prioritas, dan pendamping protokoler. Sementara terkait akses pengantar jenazah, mekanisme izin saat ini masih menggunakan kartu pengunjung selagi menunggu koordinasi teknis lebih lanjut bersama Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP).

Selain pengawasan akses, Pelindo Manado juga mengatur tata kelola penitipan barang di area pelabuhan. Pengambilan barang di bagasi kapal dibatasi hingga pukul 14.00 WITA, dan selebihnya diarahkan ke loket penitipan yang beroperasi mulai pukul 09.00 WITA untuk KM Merit Teratai serta pukul 10.00 WITA untuk kapal lainnya.

Menjawab keluhan pengguna jasa terkait jarak dari terminal ke dermaga, Pelindo tengah memproses pengadaan troli khusus yang ditargetkan beroperasi paling lambat dalam satu bulan ke depan. Pengadaan ini dikoordinasikan bersama koperasi dan buruh bagasi setempat agar ketersediaan troli tidak mengganggu mata pencaharian pekerja pelabuhan.

“Kami mohon maaf jika pada tahap awal sterilisasi menimbulkan ketidaknyamanan. Evaluasi terus kami lakukan demi peningkatan layanan,” pungkas Nurlayla. (Pri)