Pimpin Upacara PTDH, Kapolres Boltim AKBP Golfrried Pakpahan Tegaskan Pentingnya Menjaga Kedisiplinan dan Etika Polri

BOLTIM – Penegakan disiplin dan kode etik menjadi bagian penting dalam menjaga kehormatan serta kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.

Pesan tegas tersebut mengemuka dalam upacara Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) terhadap salah satu personel Polres Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Bripka Muh. Syarif, yang digelar di Lapangan Apel Polres Boltim, Rabu (14/10/2026).

Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Boltim AKBP Golfrried Hasiholan Pakpahan, S.H., M.Si., selaku Inspektur Upacara.

Kegiatan turut dihadiri Wakapolres Boltim Kompol Verry A. Liwutang, S.H., M.A.P., para pejabat utama, para perwira, serta personel Polres Boltim.

Pelaksanaan upacara PTDH tersebut merupakan tindak lanjut Keputusan Kapolda Sulawesi Utara Nomor: Kep/502/X/2026.

Prosesi berlangsung khidmat sebagai bagian dari pelaksanaan keputusan terhadap personel yang bersangkutan.

Dalam rangkaian upacara, petugas pendamping bersama pembawa foto personel memasuki lapangan upacara, dilanjutkan dengan pembacaan keputusan Kapolda Sulawesi Utara.

Keputusan tersebut berkaitan dengan putusan Sidang Komisi Kode Etik Polri Nomor: PUT/09/IX/2025 tanggal 23 September 2025, putusan sidang banding Nomor: PUT/02/II/2026 tanggal 5 Februari 2026, serta putusan Pengadilan Negeri Kotamobagu Nomor: 2/Pid.B/2025/PN Ktg tanggal 3 Maret 2025.

Dalam putusan pengadilan tersebut, Muhamad Syarief dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana penganiayaan.

Dalam amanatnya, Kapolres Boltim AKBP Golfrried Hasiholan Pakpahan, S.H., M.Si., menyampaikan pelaksanaan PTDH terhadap salah satu personel merupakan hal yang sangat disayangkan.

Namun, keputusan tersebut tetap harus dilaksanakan sebagai bentuk kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku sekaligus upaya menjaga marwah dan kehormatan institusi

Ia menegaskan bahwa menjadi anggota Polri merupakan sebuah kebanggaan. Seragam yang dikenakan bukan sekadar identitas, melainkan simbol kepercayaan masyarakat yang harus dijawab dengan integritas dan pengabdian.

Ia mengingatkan bahwa setiap personel harus mampu memahami konsekuensi dari setiap tindakan yang dilakukan.

Karena itu, pengendalian diri, penguatan keimanan, patuh terhadap aturan menjadi hal yang mendasar baik kehidupan pribadi maupun kedinasan.

Peristiwa PTDH tersebut, lanjutnya, hendaknya dijadikan bahan introspeksi bagi seluruh personel agar tidak terulang lagi.

Setiap anggota diharapkan mampu mengambil pelajaran, menjaga kehormatan diri dan keluarga, serta tidak melakukan tindakan yang dapat merugikan masyarakat maupun mencoreng nama baik institusi.

Kapolres juga mengingatkan seluruh personel agar membangun kepedulian terhadap sesama rekan kerja dengan saling mengingatkan untuk mencegah terjadinya pelanggaran dan memperkuat soliditas.

Menurutnya, pelaksanaan tugas kepolisian harus dilandasi niat pengabdian, keikhlasan, kedisiplinan, serta profesionalisme.

Setiap personel dituntut mampu menempatkan diri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat yang senantiasa menjunjung tinggi hukum dan etika profesi.

Kepercayaan masyarakat kata Kapolres merupakan salah satu modal utama dalam pelaksanaan tugas polisi. Hal tersebut,  dibuktikan melalui tindakan nyata, sikap yang terpuji, serta pelayanan yang adil.

Seluruh personel Polres Boltim diingatkan untuk senantiasa menjaga perilaku, menaati aturan, dan melaksanakan tugas sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Dan diharapkan menjadi bagian dari upaya membangun institusi Polri yang semakin profesional, berintegritas, dan dipercaya masyarakat.

Upacara PTDH diakhiri dengan laporan Komandan Upacara kepada Inspektur Upacara bahwa seluruh kegiatan telah selesai dilaksanakan. Selama kegiatan, situasi terpantau aman dan kondusif.

Melalui pelaksanaan upacara tersebut, Polres Boltim menegaskan pentingnya konsistensi dalam penegakan aturan serta pembinaan personel.

Harapannya, setiap anggota semakin menyadari bahwa integritas bukan hanya tuntutan profesi, tetapi juga landasan utama dalam menjalankan amanah sebagai anggota Polri. (Pri)